Posted by : Unknown
Rabu, 13 Maret 2013
Negri dimana para nabi dilahirkan, ya Mesir.
Mesir bertabur bintang-bintang sains. Inilah beberapa di antaranya:
Di bidang ilmu Kimia:
Pada 650-704 M, Khalid ibn Yazid adalah ahli kimia Muslim pertama yang menerjemahkan ilmu kimia kuno (alkimia) Mesir kuno ke dalam bahasa Arab. Sejak itulah ilmu kimia berkembang di seantero dunia Islam.
Pada 650-704 M, Khalid ibn Yazid adalah ahli kimia Muslim pertama yang menerjemahkan ilmu kimia kuno (alkimia) Mesir kuno ke dalam bahasa Arab. Sejak itulah ilmu kimia berkembang di seantero dunia Islam.
Pada 1250 M, para insinyur di Mesir
berhasil membuat senapan tangan (midfa), yang merupakan prototype pistol
atau senjata api yang portable. Senjata ini digunakan oleh pasukan
Mesir untuk mengalahkan tentara Mongol dalam pertempuran di Ain Jalut.
Menurut Syamsuddin Muhammad (wafat 1327 M), pistol ini memiliki bubuk
mesiu yang terdiri dari 74 persen amonia, 11 persen belerang dan 15
persen karbon) – sebuah komposisi yang ideal seperti di zaman modern.
Pasukan Mesir juga dikabarkan sudah menggunakan pakaian yang tahan api
agar tidak terluka oleh cartridge mesiu yang mereka bawa.
Di bidang matematika dan fisika:
Pada 850-890 M hiduplah Abu Kamil Syuja ibn Aslam ibn Muhammad ibn Syuja, yang merupakan simpul penting dalam pengembangan matematika, penghubung antara al-Khwarizmi (penemu aljabar) dengan al-Karaji (penemu geometri analitis). Abu Kamil lah orang pertama yang menuliskan notasi dengan tanda pangkat seperti Xn . Xm = Xm+n
Pada 850-890 M hiduplah Abu Kamil Syuja ibn Aslam ibn Muhammad ibn Syuja, yang merupakan simpul penting dalam pengembangan matematika, penghubung antara al-Khwarizmi (penemu aljabar) dengan al-Karaji (penemu geometri analitis). Abu Kamil lah orang pertama yang menuliskan notasi dengan tanda pangkat seperti Xn . Xm = Xm+n
Dalam dunia fisika, penemuan optika oleh
Ibn al-Haitsam (1021 M) juga dapat dikatakan terjadi di Mesir, ketika
al-Haitsam ini mengalami tahanan rumah, setelah insinyur yang berasal
dari Iraq itu gagal menyelesaikan proyek bendungan sungai Nil, lalu
pura-pura gila.
Pada 1312-1361 M, Tajuddin Ali ibn
ad-Duraihim ibn Muhammad at-Tha’alibi al-Mausili menulis banyak hal
tentang ilmu persandian (kriptologi). Karyanya diungkap dalam salah
satu bab dari ensiklopedi 14 jilid karya Syihabuddin Abu’l Abbas Ahmad
ibn Ali bin Ahmad Abdullah al-Qalqasyandi (1356-1418 M). Di situ
dijelaskan teknik substitusi dan transposisi, dari yang sederhana hingga
yang rumit, sehingga mampu membuat suatu plain-text menjadi text yang
tidak dapat dibaca kecuali dengan analisis kripto tingkat tinggi.
Sekitar tahun 1000-1009 M, Ibnu Yunus
mempublikasikan hasil risetnya di bidang fisika dan astronomi Al-Zij al
Hakimi al Kabir. Ini adalah deskripsi paling awal tentang gerak bandul
(pendulum). Dia juga membangun tugu astrolab yang pertama.
Di bidang teknologi rekayasa:
Pada 860 M, astronom al-Farghani membangun Nilometer, sebagai alat peringatan dini tinggi air sungai Nil, baik untuk mengantisipasi banjir ataupun kekeringan.
Pada 860 M, astronom al-Farghani membangun Nilometer, sebagai alat peringatan dini tinggi air sungai Nil, baik untuk mengantisipasi banjir ataupun kekeringan.
Pada 953 M Ma’ad al Mu’izz, seseorang
qadi di Mesir, menemukan fulpen yang tidak akan mengotori tangan atau
bajunya, yang tintanya tersimpan dalam suatu reservoir dan turun oleh
gaya gravitasi dan kapiler. Ini adalah penemuan fulpen yang tercatat
pertama kali, seperti direkam oleh an-Nu’man al-Tamimi (wafat 974 M)
dalam bukunya Kitab al-Majalis wa’l Musayardh.
Pada tahun 1000-an M, banyak penemuan
teknik di Mesir seperti ventilator untuk pertambangan, penggilingan
gandum bertenaga air sungai yang berbentuk jembatan (bridge mill) dan
industri logam bertenaga air.
Pada 1551 M, insinyur Taqiyuddin yang
disponsori pemerintah Utsmaniyah di Mesir menciptakan mesin uap, jauh
lebih dulu dari James Watt (1736-1819) di Inggris.
Di bidang kedokteran:
Pada 800 M didirikan rumah sakit jiwa pertama di dunia oleh seorang dokter di Cairo.
Pada 800 M didirikan rumah sakit jiwa pertama di dunia oleh seorang dokter di Cairo.
Pada 1118-1174 M, penguasa Mesir Nur
ad-Dien Zanqi memerintahkan membangun rumah sakit pendidikan pertama di
dunia. Dokternya, Abu al-Majid al-Bahili menyumbangkan perpustakaannya.
Pada 1285 M di Cairo berdiri rumah sakit
terbesar di dunia, atas perintah Sultan Qalaun al-Mansur. Menurut
Willy Durant, rumah sakit ini dilengkapi dengan halaman-halaman terpisah
untuk setiap kelompok pasien dengan penyakit yang berbeda, disejukkan
dengan kolam-kolam air mancur, laboratorium, apotik, kantin, pemandian,
perpustakaan, sarana ibadah, ruang kuliah, dan untuk pasien gangguan
jiwa ada akomodasi yang menghibur (musik yang lembut atau pendongeng
profesional). Hebatnya lagi, pelayanannya diberikan gratis untuk
seluruh pasien, tanpa memandang jenis kelamin, etnis atau penghasilan.
Bahkan saat mereka boleh pulang diberikan tunjangan agar tidak harus
segera bekerja.Semoga revolusi Mesir saat ini, mendorong rakyat Mesir
untuk mendesak agar pemerintah yang baru menerapkan syariat Islam, agar
Mesir meraih kembali kemuliannya dalam sejarah peradaban selama
berabad-abad.