Assalamu'alaikum temen-temen HiPeMaRoBa...,,
Apa kabar kalian semua..
Sekarang memang sudah berbeda keadaannya, jangan kan untuk bertemu dan berkumpul bersama, menanyakan kabar saja paling hanya lewat facebook paling banter.
Sebenernya apa alasan seorang sahabat menjauhi sahabatnya? Sibuk, gengsi, takut mengganggu atau hanya malas saja?
Aku harap kepada saudara-saudaraku baik-baik saja disana. ya dimana saja. Ada yang sibuk dengan kerjanya, ada yang masih sibuk kuliah, bahklan ada yang malas-malasan?
Masya Allah....
Wahai sahabat-sahabat yang ku CINTA..
Aku dan pastinya kalian semua juga merasakan hal yang sama, yaitu RINDU.
Apa kabar kalian semua..
Sekarang memang sudah berbeda keadaannya, jangan kan untuk bertemu dan berkumpul bersama, menanyakan kabar saja paling hanya lewat facebook paling banter.
Sebenernya apa alasan seorang sahabat menjauhi sahabatnya? Sibuk, gengsi, takut mengganggu atau hanya malas saja?
Aku harap kepada saudara-saudaraku baik-baik saja disana. ya dimana saja. Ada yang sibuk dengan kerjanya, ada yang masih sibuk kuliah, bahklan ada yang malas-malasan?
Masya Allah....
Wahai sahabat-sahabat yang ku CINTA..
Aku dan pastinya kalian semua juga merasakan hal yang sama, yaitu RINDU.
Seneng jadi Mahasiswa?
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Para Konco-konco seperjuangan sesama Mahasiswa yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mungkin ada yang sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliah, sibuk dengan jadwal ngampus yang super padat, ada juga yang sibuk dengan ngerjain Skripsi bagi yang sudah sedikit lagi Lulus, bahkan ada yang sibuk juga dengan pacarnya. Lain dengan saya, yang hari-hari sibuk untuk mencari uang, ya saya memang kuliah sambil kerja atau tepatnya kerja sambil kuliah karena waktu lebih banyak saya gunakan untuk bekerja dari pada untuk kuliah sekitar perbandingan 20% kuliah 80% kerja.
Teringat bagaimana masa saat pertama-tama waktu kuliah dulu, ada sedikit kesan sok nya karena sudah menjadi Mahasiswa. Huhh... mungkin merasa hebat karena sudah jadi mahasiswa tidak Siswa SMA lagi. Padahal menjadi seorang Mahasiswa itu tidak gampang, bahkan sangat sulit tetapi itu bagi yang benar-benar seorang Mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang hanya sebutan saja, mahasiswa tetapi kelakuan seperti bahkan lebih parah dari preman, banyak menghabiskan waktu untuk hura-hura, cari pacar, main game. Bahkan ironisnya sejak tahun 2012 sampai sekarang ini, menjadi seorang mahasiswa sepertinya baginya wajib punya kendaraan motor dan Gadget, Laptop. Tidak peduli bagaimana cara membelinya, yang penting kuliah harus ada laptop dan motor. Tapi semua itu tergantung kepada kita sebagai Mahasiswa, saya juga bukan merupakan seorang mahasiswa yang hebat, bahkan jauh dari kesan itu. Kuliah dimulai dengan banyak kegagalan, mau masuk Perguruan Tinggi Favorit juga tidak Jebol. akhirnya kuliah disebuah Lembaga yang biasa-biasa saja yang sampai sekarang belum lulus karena kesibukan mencari uang.
"Pesan ku wahai para konco2 yang mau menjadi Mahasiswa, jalanilah aktifitas sebagai mahasiswa yang sebenarnya" Kuliah dengan rajin, ikuti kegiatan-kegiatan kampus, perbanyak teman, tidak harus kuliah sambil prihatin+kerja kok, Mahasiswa yang kuliah sambil kerja itu kan berasal dari keluaga yang kurang mampu seperti saya. Jadi mahasiswa pintar dan berprestasi saja sudah membahagiakan orang tua kok. dan ingat momen yang paling penting bukan saat anda wisuda dan menjadi sarjana, tetapi saat anda mendapat pekerjaan, mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Jangan sampai menjadi seperti lagu nya Om Iwan Fals "Sarjana Muda" susah cari Kerja.
Hehhhhh.... ini hanya tulisan saat bosan, makanya hasil tulisannya juga aneh. hehehhe..
Para Konco-konco seperjuangan sesama Mahasiswa yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mungkin ada yang sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliah, sibuk dengan jadwal ngampus yang super padat, ada juga yang sibuk dengan ngerjain Skripsi bagi yang sudah sedikit lagi Lulus, bahkan ada yang sibuk juga dengan pacarnya. Lain dengan saya, yang hari-hari sibuk untuk mencari uang, ya saya memang kuliah sambil kerja atau tepatnya kerja sambil kuliah karena waktu lebih banyak saya gunakan untuk bekerja dari pada untuk kuliah sekitar perbandingan 20% kuliah 80% kerja.
Teringat bagaimana masa saat pertama-tama waktu kuliah dulu, ada sedikit kesan sok nya karena sudah menjadi Mahasiswa. Huhh... mungkin merasa hebat karena sudah jadi mahasiswa tidak Siswa SMA lagi. Padahal menjadi seorang Mahasiswa itu tidak gampang, bahkan sangat sulit tetapi itu bagi yang benar-benar seorang Mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang hanya sebutan saja, mahasiswa tetapi kelakuan seperti bahkan lebih parah dari preman, banyak menghabiskan waktu untuk hura-hura, cari pacar, main game. Bahkan ironisnya sejak tahun 2012 sampai sekarang ini, menjadi seorang mahasiswa sepertinya baginya wajib punya kendaraan motor dan Gadget, Laptop. Tidak peduli bagaimana cara membelinya, yang penting kuliah harus ada laptop dan motor. Tapi semua itu tergantung kepada kita sebagai Mahasiswa, saya juga bukan merupakan seorang mahasiswa yang hebat, bahkan jauh dari kesan itu. Kuliah dimulai dengan banyak kegagalan, mau masuk Perguruan Tinggi Favorit juga tidak Jebol. akhirnya kuliah disebuah Lembaga yang biasa-biasa saja yang sampai sekarang belum lulus karena kesibukan mencari uang.
"Pesan ku wahai para konco2 yang mau menjadi Mahasiswa, jalanilah aktifitas sebagai mahasiswa yang sebenarnya" Kuliah dengan rajin, ikuti kegiatan-kegiatan kampus, perbanyak teman, tidak harus kuliah sambil prihatin+kerja kok, Mahasiswa yang kuliah sambil kerja itu kan berasal dari keluaga yang kurang mampu seperti saya. Jadi mahasiswa pintar dan berprestasi saja sudah membahagiakan orang tua kok. dan ingat momen yang paling penting bukan saat anda wisuda dan menjadi sarjana, tetapi saat anda mendapat pekerjaan, mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Jangan sampai menjadi seperti lagu nya Om Iwan Fals "Sarjana Muda" susah cari Kerja.
Hehhhhh.... ini hanya tulisan saat bosan, makanya hasil tulisannya juga aneh. hehehhe..
Tahukah Kamu Apa yang Terjadi di Dunia Maya Selama 1 Menit ?
Assalamu'alaikum wr wb
Pernahkah anda berpikir apa
yang terjadi jika anda tidak terkoneksi dengan internet selama 60
detik? dan apa saja yang terupdate hanya dalam kurun waktu 1 menit
tersebut? dan inilah beberapa hal yang akan kamu lewatkan hanya dalam 1
menit :
- 1500+ postingan di blog
- 98,000 twit terbaru
- 12,000 iklan terbaru di craiglist
- 20,000 postingan terbaru di Tumblr
- 600 video terbaru di Youtube
- 70 Domain Didaftarkan
- 13,000 Aplikasi iPhone telah diunduh
- 320 Akun Twitter terbaru
- 100 Akun Linkedin terbaru
- 6,600 Foto dipublish di Flickr
- 125 Plugin WordPress terunduh
- 50 Core WordPress terunduh
- 79,364 Wall terkirim di Facebook
- 695,000 Status Facebook diupdate
- 510,040 Komentar muncul di Facebook
- 1,700 Aplikasi Mozilla Firefox terunduh
- 694,445 kata dicari di Google
- 168 Juta Email terkirim
- 60 Blog terbaru dibuat
- 40 Pertanyaan di Yahoo answer dan 100 jawaban diberikan
- 1,600 Orang Membaca di Scribd
- 1 Kata terdefinisi di Urban Dictonaries
- total 370,000 menit telepon di Skype
- 13,000 jam musik streaming di Pandora
Kata-kata Galau Malam Minggu
Sebenarnya kata kata galau
malam minggu adalah ungkapan seseorang yang lagi menjomblo yang belum
menemukan pasangannya sehingga kata kata galau malam minggu terucap pada
mereka, Jadi buat kalian yang merasa galau, jangan jadikan itu sebagai
alasan atau rasa galau anda, jadikan itu sebagai acuan atau motivasi
agar kata kata galau tidak hadir dalam fikiran kalian. berikut ini
adalah contoh informasi terbaru kata kata galau malam minggu yang bisa anda simak.
Terhitung mulai dari hari ini..
aku berhenti berharap
aku berhenti menunggu
aku berhenti mengusikmu
dan terhitung dari hari ini..
aku memulai mencintaimu dalam diam
aku memulai merindukanmu dalam sepi
aku memulai bertahan dengan rasa ini, tanpa kamu KETAHUI :')
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
Kadang kamu harus korbankan cinta tuk selamatkan persahabatan, tp kdng kamu harus korbankan keduanya tuk selamatkan dirimu sendiri.
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
Menunggu dan meninggalkan itu menyakitkan. Tapi lebih menyakitkan ketika kamu tak mampu memilih antara menunggu atau meninggalkan.
Kata Kata Galau Sabtu Malam MingguHari-hari ku menanti
Hari-hari ku berharap
Hari-hari perihku memikirkan itu
Harapanku kini hanya asa usang
Menunggu yang tidak pernah datang
Menanti yang sudah melupakan
Aku…..
Kini sadar..
Semua sudah terjadi…
Kata sudah terucap…
Masih ada bekas yang berusaha dihapus
Masih ada asa yang terkurung egois dan kemunafikan
Saat matahari telah terbenam asa itu menangis..
Mengenang yang berusaha dihapuskan
Merindukan yang berusaha dilupakan…
Sampai kapan…????..
Penutup Untuk Kata kata galau Sabtu malam Minggu ini
andai saja kau memahami
betapa rindunya aku padamu
betapa sayangnya aku padamu
dan betapa cintanya aku padamu
aku ingin kau slalu di sisiku
temani hidupku slalu
walau itu sulit rasanya bagimu
untuk mengerti aku
sadarlah diri ini sangat butuh kamu
kamulah hidupku
cinta kita abadi
takan pernah terpisahkan
aku adalah kamu
kamu adalah aku
erat cinta kita
dunia dan akhirat
bahagialah bersamaku
aku tulus mencintaimu.

Kata Kata Galau Malam Minggu
============================
Terhitung mulai dari hari ini..
aku berhenti berharap
aku berhenti menunggu
aku berhenti mengusikmu
dan terhitung dari hari ini..
aku memulai mencintaimu dalam diam
aku memulai merindukanmu dalam sepi
aku memulai bertahan dengan rasa ini, tanpa kamu KETAHUI :')
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
Kadang kamu harus korbankan cinta tuk selamatkan persahabatan, tp kdng kamu harus korbankan keduanya tuk selamatkan dirimu sendiri.
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati
Kata Kata Galau Sabtu Malam Minggu
Menunggu dan meninggalkan itu menyakitkan. Tapi lebih menyakitkan ketika kamu tak mampu memilih antara menunggu atau meninggalkan.
Kata Kata Galau Sabtu Malam MingguHari-hari ku menanti
Hari-hari ku berharap
Hari-hari perihku memikirkan itu
Harapanku kini hanya asa usang
Menunggu yang tidak pernah datang
Menanti yang sudah melupakan
Aku…..
Kini sadar..
Semua sudah terjadi…
Kata sudah terucap…
Masih ada bekas yang berusaha dihapus
Masih ada asa yang terkurung egois dan kemunafikan
Saat matahari telah terbenam asa itu menangis..
Mengenang yang berusaha dihapuskan
Merindukan yang berusaha dilupakan…
Sampai kapan…????..
Penutup Untuk Kata kata galau Sabtu malam Minggu ini
andai saja kau memahami
betapa rindunya aku padamu
betapa sayangnya aku padamu
dan betapa cintanya aku padamu
aku ingin kau slalu di sisiku
temani hidupku slalu
walau itu sulit rasanya bagimu
untuk mengerti aku
sadarlah diri ini sangat butuh kamu
kamulah hidupku
cinta kita abadi
takan pernah terpisahkan
aku adalah kamu
kamu adalah aku
erat cinta kita
dunia dan akhirat
bahagialah bersamaku
aku tulus mencintaimu.
Hukum Meninggalkan Sholat Jum'at
Apakah meninggakal Shalat Jum'at 3 kali berturut-turut, akan menjadikan kita kafir (murtad)?
Jawab:
Yang menyatakan “kafir” bila meninggalkan tiga kali Shalat Jum’at berturut-turut itu bukan Rasulullah S.A.W, melainkan salah seorang sahabat dekat beliau, yaitu Ibnu ‘Abbas r.a.: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).” (HR Abu Ya’la, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib No. 732).
Ibnu Abbas itu adalah seorang sahabat yang terkenal “lunak” dalam berislam. Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad. Penggunaan kiasan “telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya” (bukan kata-kata qath’i seperti “telah menjadi orang kafir”) pun menunjukkan bahwa “kafir” yang dimaksud itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.
Secara bahasa, “kafir” berasal dari kata “kufur” yang artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari “kafir” adalah “kaafiruun” atau “kuffaar”. Kata kafir dan derivasinya (kata turunannya) disebutkan sebanyak 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah swt., seperti mengingkari nikmat-nikmat Allah (Q.S. An-Nahl 16: 44, Ar-Rum 30: 34), lari dari tanggung jawab (Q.S. Ibrahim 14:22), membangkang hukum-hukum Allah (Q.S. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal shaleh yang diperintahkan Allah swt. (Q.S. Ar-Rum 30: 44), dll. Arti “kafir” yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad S.A.W. dengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini pertama kali digunakan dalam Al Qur’an untuk menyebut para orang kafir Mekah (Q.S. Al-Mudatstsir 74: 10) Jadi, orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apa pun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.
Mengenai orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut tanpa alasan yang sah, Rasulullah saw. tidak menyebutnya “kafir”. Sungguhpun demikian, beliau pun menggunakan istilah yang “keras”, yaitu “munafik“.
Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur (alasan yang sah), niscaya dia tercatat dalam golongan orang-orang munafik.” (Hadits shahih, termuat dalam Shahihul Jami’us Shaghir no: 6144 dan Thabrani dalam al-Kabir I: 170 no: 422).
Selain “munafik”, beliau pun menggunakan istilah lain yang juga “keras”, yaitu “Allah menutupi hatinya” dan “lalai“. Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda sedang beliau bersandar pada tongkat di atas mimbarnya, “Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau Allah benar-benar menutup rapat hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.” (Hadits shahih dalam Shahih Shahihul Jami’us Shaghir hal 142 not 5 no: 548, Muslim II: 591 no: 865, Nasa’i III: 88).
Jawab:
Yang menyatakan “kafir” bila meninggalkan tiga kali Shalat Jum’at berturut-turut itu bukan Rasulullah S.A.W, melainkan salah seorang sahabat dekat beliau, yaitu Ibnu ‘Abbas r.a.: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).” (HR Abu Ya’la, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib No. 732).
Ibnu Abbas itu adalah seorang sahabat yang terkenal “lunak” dalam berislam. Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad. Penggunaan kiasan “telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya” (bukan kata-kata qath’i seperti “telah menjadi orang kafir”) pun menunjukkan bahwa “kafir” yang dimaksud itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.
Secara bahasa, “kafir” berasal dari kata “kufur” yang artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari “kafir” adalah “kaafiruun” atau “kuffaar”. Kata kafir dan derivasinya (kata turunannya) disebutkan sebanyak 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah swt., seperti mengingkari nikmat-nikmat Allah (Q.S. An-Nahl 16: 44, Ar-Rum 30: 34), lari dari tanggung jawab (Q.S. Ibrahim 14:22), membangkang hukum-hukum Allah (Q.S. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal shaleh yang diperintahkan Allah swt. (Q.S. Ar-Rum 30: 44), dll. Arti “kafir” yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad S.A.W. dengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini pertama kali digunakan dalam Al Qur’an untuk menyebut para orang kafir Mekah (Q.S. Al-Mudatstsir 74: 10) Jadi, orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apa pun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.
Mengenai orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut tanpa alasan yang sah, Rasulullah saw. tidak menyebutnya “kafir”. Sungguhpun demikian, beliau pun menggunakan istilah yang “keras”, yaitu “munafik“.
Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur (alasan yang sah), niscaya dia tercatat dalam golongan orang-orang munafik.” (Hadits shahih, termuat dalam Shahihul Jami’us Shaghir no: 6144 dan Thabrani dalam al-Kabir I: 170 no: 422).
Selain “munafik”, beliau pun menggunakan istilah lain yang juga “keras”, yaitu “Allah menutupi hatinya” dan “lalai“. Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda sedang beliau bersandar pada tongkat di atas mimbarnya, “Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau Allah benar-benar menutup rapat hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.” (Hadits shahih dalam Shahih Shahihul Jami’us Shaghir hal 142 not 5 no: 548, Muslim II: 591 no: 865, Nasa’i III: 88).
Kumpulan Puisi Khalil Gibran
Sikap Manusia
Jauhkan aku
dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran
kecuali jika ia berniat menyakiti hati,
dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk,
dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan
dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.
Keindahan Kehidupan
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri
saat ia membuka tabir penutup wajahnya.
Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu.
Keindahan adalah keabadian yang termangu di depan cermin.
Dan kalian adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.
Suara Kehidupan
Suara kehidupanku
memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu.
tapi marilah kita cuba saling bicara
barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu
Pandangan Pertama
Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya,
dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air
mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan
menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"
Jauhkan aku
dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran
kecuali jika ia berniat menyakiti hati,
dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk,
dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan
dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.
Keindahan Kehidupan
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri
saat ia membuka tabir penutup wajahnya.
Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu.
Keindahan adalah keabadian yang termangu di depan cermin.
Dan kalian adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.
Suara Kehidupan
Suara kehidupanku
memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu.
tapi marilah kita cuba saling bicara
barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu
Pandangan Pertama
Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya,
dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air
mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan
menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"